Halini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan keselamatan dan kepentingan keluarga mereka telah cukup baik. Asuransi jiwa adalah sebuah layanan asuransi yang digunakan sebagai bentuk perlindungan terhadap timbulnya kerugian finansial atau hilangnya pendapatan seseorang atau keluarga akibat adanya kematian anggota keluarga (tertanggung
Irianto(2010), tingkat pendapatan keluarga adalah tinggi rendahnya pendapatan keluarga, yang berdasarkan jenis pekerjaan, lamanya bekerja, UMR (Upah Minimum Regional) dan UMP (Upah Minimum Provinsi). Salah satu karakteristik keluarga adalah tingkat pendapatan keluarga status ekonomi menengah kebawah, kemungkinan
Kelompokusaha yang dimaksud adalah kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) pengrajin tas Sukamaju Kaler. Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pemberdayaan melalui kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS) dan peningkatan pendapatan keluarga setelah kegiatan kelompok UPPKS pengrajin tas.
2 Tingkat Pendapatan Keluarga Tingkat pendapatan keluarga menunjukkan sebanyak 88 keluarga (75,2%) dengan tingkat pendapatan tinggi ≤ Rp.1.250.000, dan sebanyak 29 keluarga (24,8%) dengan tingkat pendapatan rendah. Rata-rata pekerjaan kepala keluarga adalah wiraswasta. Menurut Suhardjo (1986) dalam Sarah (2006), keadaan ekonomi
Dariberita-berita ekonomi dalam negeri yang beredar di akhir tahun ini, ada 1 berita yang cukup menarik perhatian, yaitu masalah penyerapan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang berada jauh dibawah total anggaran yang dibuat. Prediksinya, paling mentok anggaran tersebut cuma akan terserap di kisaran 87% (Kontan no 13-XVI 2011).
PolisPendapatan Keluarga (family income policy) Polis asuransi jiwa keluarga memberikan pendapatan bulanan kepada pasangan hidup/ahli waris yang ditinggalkan.. 2) Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)
Jikaseorang kepala keluarga menginginkan pendapatan bulanan kepada pasangan hidup atau ahli waris yang ditinggalkan, maka yang bersangkutan harus membeli asuransi jiwa dengan: a. Polis berjangka tetap. b. Polis berjangka renewability. c. Polis kerugian. d. Polis pendapatan keluarga. Karakteristik jalur pemasaran penjualan langsung adalah : 1.
kepemilikanaset terhadap kesejahteraan keuangan keluarga usia pensiun. Contoh dalam penelitian ini adalah 120 keluarga dengan responden suami atau istri yang telah memasuki usia pensiun (55-65 tahun). Responden dipilih secara purposive sampling, sebanyak 60 responden di masing-masing wilayah perkotaan dan perdesaan.
FoNlM. Apa Itu Polis Pendapatan Keluarga? Ini Penjelasan LengkapnyaMarch 9, 2022 Bertemu lagi dengan Jasa Konsultasi Asuransi Surabaya, kali ini kami akan membahas polis pendapatan keluarga. Mungkin Anda masih asing dengan polis …Read more
PERATURAN BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2020 TENTANG PENGELOLAAN KELOMPOK USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA AKSEPTOR Menimbang a. bahwa untuk mewujudkan keluarga berkualitas, yang mandiri secara ekonomi diperlukan upaya meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui usaha mikro keluarga, khususnya Keluarga Akseptor melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor; b. bahwa untuk mendorong Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana perlu mengelola dan mengembangkan kelompok usaha peningkatan pendapatan Keluarga Akseptor sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas; c. bahwa Peraturan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Nomor 236/ PER/F3/2010 tentang Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera sudah tidak sesuai dengan perkembangan Program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional sehingga perlu diganti; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional tentang Pengelolaan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 22 Pada saat Peraturan Badan ini mulai berlaku, Peraturan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Nomor 236/ PER/F3/2010 tentang Pedoman Pengelolaan dan Pengembangan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 23 Peraturan Badan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 13 Oktober 2020 KEPALA BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, TTD HASTO WARDOYO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 19 Oktober 2020 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, TTD WIDODO EKATJAHJANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2020 NOMOR 1208
Dr. Suparyanto, KONSEP DASAR PENDAPATAN KELUARGA 1. Definisi Pendapatan Pendapatan adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh para anggota masyarakat untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atas faktor-faktor produksi yang mereka sumbangkan dalam turut serta membentuk produk nasional. Menurut Reksoprayitno , pendapatan atau income adalah uang yang diterima oleh seseorang dan perusahaan dalam bentuk gaji, upah, sewa bunga, dan laba termasuk juga beragam tunjangan, seperti kesehatan dan pensiun. Reksoprayitno, 2009 Ada 3 kategori pendapatan yaitu 1 Pendapatan berupa uang yaitu segala penghasilan berupa uang yang sifatnya regular dan yang diterima biasanya sebagai balas jasa atau kontra prestasi. 2 Pendapatan berupa barang adalah segala pendapatan yang sifatnya reguler dan biasa, akan tetapi selalu berbentuk balas jasa dan diterima dalam bentuk barang dan jasa. 3 Pendapatan yang bukan merupakan pendapatan adalah segala penerimaan yang bersifat transfer redistributive dan biasanya membuat perubahan dalam keuangan rumah tangga. Sunuharjo, 2009 2. Keluarga Keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, dan adopsi dlam satu rumah tangga, yang berinteraksi satu dengan lainnya dalam peran dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya. Zaidin, 2010 Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergantung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidup di dalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan Syafrudin, 2009. 3. Pendapatan Keluarga Pendapatan keluarga adalah jumlah penghasilan riil dari seluruh anggota rumah tangga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersama maupun perseorangan dalam rumah tangga. Pendapatan keluarga merupakan balas karya atau jasa atau imbalan yang diperoleh karena sumbangan yang diberikan dalam kegiatan produksi. Secara konkritnya pendapatan keluarga berasal dari 1 Usaha itu sendiri misalnya berdagang, bertani, membuka usaha sebagai wiraswastawan 2 Bekerja pada orang lain misalnya sebagai pegawai negeri atau karyawan 3 Hasil dari pemilihan misalnya tanah yang disewakan dan lain-lain. Pendapatan bisa berupa uang maupun barang misal berupa santunan baik berupa beras, fasilitas perumahan dan lain-lain. Pada umumnya pendapatan manusia terdiri dari pendapatan nominal berupa uang dan pendapatan riil berupa barang. Gilarso, 2008 Apabila pendapatan lebih ditekankan pengertiannya pada pendapatan rumah tangga, maka pendapatan merupakan jumlah keseluruhan dari pendapatan formal, informal dan pendapatan subsistem. Pendapatan formal adalah segala penghasilan baik berupa uang atau barang yang diterima biasanya sebagai balas jasa. Pendapatan informal berupa penghasilan yang diperoleh melalui pekerjaan tambahan diluar pekerjaan pokoknya. Sedangkan pendapatan subsistem adalah pendapatan yang diperoleh dari sektor produksi yang dinilai dengan uang dan terjadi bila produksi dengan konsumsi terletak disatu tangan atau masyarakat kecil. Nugraheni, 2007. 4. Metode Perhitungan Pendapatan Metode perhitungan pendekatan pendapatan sebagai berikut. 1 Pendekatan hasil produksi Besarnya pendapatan dapat dihitung dengan mengumpulkan data tentang hasil akhir barang dan jasa untuk suatu unit produksi yang menghasilkan barang dan jasa. 2 Pendekatan Pendapatan Pendapatan dapat dihitung dengan mengumpulkan data tentang pendapatan yang diperoleh oleh suatu rumah tangga keluarga. 3 Pendekatan Pengeluaran Menghitung besarnya pendapatan dengan menjumlahkan seluruh pengeluran yang dilakukan oleh suatu unit ekonomi. Reksoprayitno, 2009 5. Tingkat Pendapatan Keluarga Tingkat pendapatan keluarga merupakan pendapatan atau penghasilan keluarga yang tersusun mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi. Tingkat pendapatan setiap keluarga berbeda-beda. Terjadinya perbedaan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain jenis pekerjaan, jumlah anggota keluarga yang bekerja. Menurut Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jombang sesuai dengan Pergub. Jatim No. 72 tahun 2012 UMK Upah Minimum Kabupaten Jombang tahun 2012 adalah sebesar Rp. Adapun tingkat pendapatan keluarga dibagi menjadi 2 tingkatan, yaitu a. Tingkat Pendapatan Rendah Kurang dari Rp. b. Tingkat Pendapatan Tinggi Lebih dari DAFTAR PUSTAKA 1. Alimul, Hidayat,. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta Salemba Medika. 2. Alimul, Hidayat,. 2011. Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data. Jakarta Salemba Medika. 3. Afriyanto, 2010 Keperawatan Keluarga dengan Kurang Gizi 4. Ali Zaidin,. 2010. Pengantar Keperawatan Keluarga. Jakarta EGC. 5. Arisman, MB,. 2007. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta. EGC 6. Atikah Proverawati,. 2009. Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan. Yogyakarta Nuha Medika. 7. Atikah Proverawati,. 2011. Ilmu Gizi untuk Keperawatan dan Gizi Kesehatan. Yogyakarta Nuha Medika. 8. Ayu Bulan Febry,. 2013. Ilmu Gizi untuk Praktisi Kesehatan., Yogyakarta Graha Ilmu 9. Sutomo,. 2010. Menu Sehat Alami untuk Batita dan Balita. Jakarta Demedia. 10. Bambang Swasto Sunuharjo,. 2009. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Jakarta Yayasan Ilmu Sosial. 12. Depkes 2007 Faktor - faktor yang Mempengarui Status Gizi, Jakarta Departemen Kesehatan. 13. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2012, Upah Minimum Regional. Jombang. Disnakertrans. 15. Indah Nugraheni,. 2007. Siklus Akuntasi. Yogyakarta Kanisius, edisi 6. 16. Kukuh Rahardjo,. 2012. Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Yogyakarta Pustaka Pelajar. 17. Mitayani,. 2010. Buku Saku Ilmu Gizi. Jakarta Tim. 18. Nursalam,. 2011. Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta Salemba Medika. 19. Profil Data Kesehatan RI,.2011. Prevalensi Status Gizi Balita Berdasarkan Berat Badan per Umur BB/U. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 20. Profil Dinas Kesehatan Jombang,. 2012. Status Gizi Balita Menurut Jenis Kelamin. Dinas Kesehatan Jombang. 21. Profil Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,. 2011. Status Gizi Masyarakat. Dinas Kesehatan Jawa Timur. 22. Rahayu Widodo,. 2010. Pemberian Makanan, Suplemen dan Obat Pada Anak. Jakarta EGC. 23. Soediyono Reksoprayitno,. 2009. Ekonomi Makro. Badan Penerbit Fakultas Ekonomi BPFE UGM. 24. Soekidjo Notoatmodjo,. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta Rineka Cipta. 25. Sunita Almatsier,. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta Gramedia. 26. Supariasa,. 2012. Penilaian Status Gizi. Jakarta EGC. 27. Syafrudin,. 2009. Kebidanan Komunitas. Jakarta EGC. 28. T. Gilarso,. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta Kanisius, edisi 5. 29. Waryana,. 2010. Gizi Reproduksi. Yogyakarta Pustaka Rihama.